Menggali Potensi Digital

Perkembangan teknologi internet yang begitu pesat yang memicu apa yang disebut dengan revolusi teknologi yang saat ini telah banyak menimbulkan perbincangan dibanyak kalangan, baik kalangan pemerintahan, pengusaha, pendidik bahkan juga para pemerhati anak khususnya. Perbincangan ini tak lepas dari berbagai sudut pandang, apakah dari sisi positifnya dan juga tidak sedikit pula yang melihat dari sisi negatifnya.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja,dan tentu saja cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

| Pidato Mendikbud 5 Mei 2016

Kalau kita cermati dari kutipan pidato Mendikbud diatas, revolusi teknologi yang kita hadapi saat ini dapat mendatangkan banyak potensi positif jika kita bisa menggalinya. Namun sayangnya baru sebagian kecil saja yang telah memanfaatkannya terutama dikalangan anak muda saat ini.

Hal tersebut tentu bukan tanpa sebab, ketertarikan anak-anak dan orang dewasa terhadap potensi ini tergolong masih setengah-setengah. Kekawatiran akan dampak negatif dari perkembangan tersebut menjadi salah satu momok yang telah disikapi oleh banyak kalangan khususnya orang tua yaitu dengan cara penghindaran, dan pembatasan.

“Tak kenal maka tak sayang “,

Internet saat ini telah menjadi sebuah lautan informasi (ikan), banyak sekali ikan yang bisa dipancing, ikan yang menyehatkan maupun ikan yang meracuni jika kita mengkonsumsinya. Dan pastinya ikan-ikan tersebut hanya bisa dipancing jika kita berani mengarungi lautannya. Kita dan anak-anak tanpa disadari saat ini telah berada di dalam lautan ikan tersebut kita sebut saja Social Media , Portal Berita, Game Online, Game Mobile, Kursus Online, Kuliah Online, Pesan Layanan Online, dan lain sebagainya. Dan banyak juga yang tidak sadar bahwa ikan-ikan yang kita konsumsi adalah ikan-ikan yang meracuni.

“Pencegahan juga bisa diartikan sebagai tindakan pengarahan”,

Didalam sebuah seminar parenting yang bertema “Mengenali & Mengatasi Kecanduan Anak Pada Internet, Pornografi dan Games Online” yang dibawakan oleh Elly Risman Psi pada tanggal 13 Agustus 2016 di Lippo Cikarang, peran orang tua harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi perkembangan ini, tindakan pencegahan adalah menjadi salah satu prioritas yang perlu dilakukan. Pencegahan bukan berarti penghindaran dan pembatasan, pencegahan juga bisa diartikan sebagai tindakan pengarahan.

“Menggali Potensi Positif Digital Life untuk Anak”,

Berbagam macam cara untuk menggali potensi positif digital life anak dapat dilakukan, mulai dari memilih permainan yang bergenre edukasi dan kreatifitas hingga melibatkan mereka pada kegiatan-kegiatan pendidikan yang lebih serius untuk menggali pengetahuan tentang dunia digital seperti Algoritma, Aplikasi Komputer dan bagaimana Internet bekerja.

half_size_com-1470416815
“Computational thinking is a fundamental skill for everyone, not just for computer scientists. To reading, writing, and arithmetic, we should add computational thinking to every child’s analytical ability.”, http://www.edsurge.com,

 

Memahami cara kerja Internet akan membuat anak lebih mawas diri berinteraksi dengan Internet sehingga membantu mereka untuk memilih materi yang positif dan menghindari materi negatif.

 

Dunia digital juga tidak lepas dari peran sebuah konsep kerja komputer, dengan belajar ilmu komputer dapat membantu anak untuk mengenal CARA BERPIKIR SISTEMATIS, mengenal tentang CARA PEMECAHAN MASALAH, dan MENDORONG KREATIFITAS. “Computational Thinking

 

Dengan memahami kerja Internet dan kerja komputer khususnya pemograman komputer, anak dapat didorong untuk menjadi seorang pembuat aplikasi komputer yang dapat berkreasi untuk memecahkan masalahnya maupun masalah orang banyak. “Coding

Butuh informasi lebih jauh silahkan hubungi kami, dapatkan beragam permainan bergenre edukasi ilmu komputer dan tips parental control pada perangkat digital anak Anda !!

atau kursus untuk buah hati Anda : Dasar Pemograman Umum 8-18 Tahun

Materi ini ditulis oleh LogicFourty, Lembaga kursus komputer yang berfokus pada Software Development dan Internet Of Things.

Berlokasi di Ruko Permata No. 17 Taman Lembah Hijau Lippo Cikarang Bekasi.

 

 

The Revolution That No One Talks About

The world is changing, and most of us aren’t adapting fast enough.

When I was in school growing up, it was a given that everyone should go to college. Everyone around us — our parents, teachers, the media, etc — told us that it was pretty much a requirement. And the subtext was that anyone who didn’t go would be a total loser in life.

And after college, we’re told to get a stable job. We’re told to be happy with whatever we can get. And we’re told to stick with it.

But this is terrible advice.

Don’t get me wrong. All this advice is given by good, well intentioned people. Nobody is trying to throw us off track.

And 20–30 years ago, this advice worked.

It was totally possible to go to a decent school, get good grades, and get a good job handed to you right afterwards. And then you could coast for years and years.

But this old way of doing things was actually bad for companies. There was a lot of “fluff” — a lot of employees who weren’t really adding value, but just showing up every day from 9–5 and collecting a check. They didn’t provide a good enough return on investment.

So companies started eliminating them.

Here’s a little secret that might blow your mind —

Dikutip dari :

View at Medium.com

(Continue Reading…)